Sebenarnya mencoba hal baru adalah sesuatu yang aku senangi, apalagi tentang hal-hal yang berbau ekstrim,,heee..
Yaa, pernah terpikir ingin mencoba nge-trail run atau tik tak dalam sebuah pendakian gunung..
Dan alhamdulillah pada hari Ahad, 23 Juli 2017 mimpiku terealisasi di Gunung Merbabu 3142 mdpl. Berikut ceritanya,,
Sekitar 2minggu menjelang hari H, ada seorang temennya temen yang chat saya mau ngajakin mendaki gunung. Kami pun diskusi panjang lebar, bahkan berhari-hari, namun karena memang saya masih terikat dengan kerjaan, alhasil saya tidak bisa ikut.
Beberapa hari menjelang hari H, temen baru saya, sebut saja “Fitriyani” memberi kabar bahwasannya dia jadi naik ke Gunung Merbabu. Dia berencana naik bersama teman2 mendakinya via jalur SELO, pada hari sabtu sore.
“yah, hati2 dijalan”, semoga saya bisa menyusul.. pesan chat saya pada dia.
.....
Setelah saya pertimbangkan masak2, plus saya juga memang ada keperluan di deket Gunung Merapi yang kebetulan Via SELO juga, akhirnya bismillah dengan seijin orangtua, saya putuskan hari Ahad pagi saya ke Merapi sebentar, lalu nge-trail ke Merbabu.
Ahad, 23 Juli 2017
Ahad pagi sekitar pukul 06.30 saya memulai perjalanan dari Jogja menuju SELO, BOYOLALI. Alhamdulillah karena jalan masih dalam kondisi sepi, saya dapat tiba di SELO sekitar pukul 08.00.
Aktivitas pertama saya di sana yakni mampir dulu ke warung untuk membeli tambahan logistik seperti madu dan coklat. Lalu saya menyelesaikan urusan bentar di kawasan kaki Gunung Merapi. Setelah itu, saya cari-cari sarapan dulu coz dari rumah memang tidak sarapan..hee
Berhubung saya ingin melakukan trail alias naik ke puncak terus langsung turun (tanpa lama beristirahat dan ngecamp) saya hanya sarapan yang ringan2 saja. Mungkin soto dan teh hangat, ditambah asupan coklat dan madu, sudah cukup bagi saya.
Setelah sarapan selesai saya bergegas menuju ke Basecamp Merbabu yang Via Selo, kalo tidak salah namany Basecamp yang Gending, bukan Basecamp yang Gancik loh ya (coz ada dua Basecamp nih, meski nanti jalur antara kedua basecamp ini akan bertemu juga).
Beres2 dulu nih sesampainya di basecamp, peregangan dan pemanasan otot mulai saya lakukan perlahan. Oia, di sini saya seorang diri saja, karena dulu juga pernah mendaki via selo dan saya cukup hafal jalurnya, jadi yaaa bismillah lanjut...
Sekitar pukul 09.18 perjalanan dari pos registrasi (sudah masuk jalur pendakian) saya mulai dengan lari-lari kecil dahulu. Alhamdulillah aman, kadang saya juga berjalan cepat sambil mengumpulkan oksigen.. heeee
Dalam perjalanan naik, beberapa kali saya jumpai beberapa tim pendaki yang berjalan turun. Yaaah, mungkin saya saja yang berangkatnya kesiangan, jadi sudah banyak yang turun.
Sekitar 1 jam an berjalan, secara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan dia sedang turun,,,,
“Taa,” sapa saya..
Eh, ternyata benar,,,kirain cuman mirip saja
Akhirnya kami berhenti dan ngobrol-ngobrol sebentar...
....
(10 menit kemudian)
Perjalanan pun saya lanjutkan naik,
Ketika memasuki kawasan yang agak dipinggiran bukit, rasany udaranya kering sekali.
Saya pun masih menemui rombongan-rombongan pendaki yang turun.
Saya pun masih menemui rombongan-rombongan pendaki yang turun.
......
Dengan cara berjalan cepat, dan sesekali berhenti mengambil nafas panjang..
Alhamdulillah saya sampai puncak Kenteng Songo tepat pukul 12.18..
MasyaAllah, tepat 3jam (batin saya..)
Saya pun segera melemaskan otot dan duduk2 santai sambil makan roti yang saya kasih madu..
Kondisi di Puncak, cerah berawan. Di sini juga masih banyak pendaki yang berfoto-foto. Sambil melepas lelah saya pun lanjutkan makan rotinya.. heee
.....
Saya dipuncak hanya bertahan 15 menit. Saya juga bingung mau ngapain lagi di Puncak.
Setelah mengambil beberapa foto. Saya putuskan untuk melanjutkan turun (kembali ke Basecamp).
....
Waktu menunjukkan pukul 12.35,
perjalanan turun pun saya tidak terlalu keburu-buru, hanya berjalan cepat saja.
Alhamdulillah cuaca kala itu cerah berawan, sehingga aman tidak hujan.
...
Sesampainya di sabana 1 saya mampir nih ditenda temenny temen tadi yang namanya Fitriyani,
Yaa numpang istirahat sebentar, sambil ngobrol-ngobrol..
Nih kami juga sempatkan foto bareng sebagai kenang-kenangan..
Dirasa sudah cukup, saya pun berpamitan pulang untuk melanjutkan perjalanan turun.
Dalam perjalanan turun saya juga banyak menemui rombongan-rombongan pendaki yang turun, namun ada juga pendaki yang baru naik (masyaAllah)..
Alhamdulillah saya sampai di Base Camp dengan kondisi baik sekitar pukul 14.42..
...
Saya beristirahat sejenak, ganti baju...
Beli teh anget (wwwaaaaa, mantap sekali)
Lalu saya putusakn turun untuk bersih2 dan sholat dzuhur + ashar (saya jamak nih)..
...
Sekitar pukul 16.00 lebih laah, saya tancap gas otw pulang ke Jogja..
Alhamdulillah karena ada jalan yang sedang diperbaiki, sekitar jam 18.30 saya tiba dirumah dengan selamat...
...
Dalam perjalanan naik ke Merbabu sampai puncak memakan waktu 3 jam
Untuk turun bisa sampai 2 jam
Jadi untuk naik dan turun, dengan tempo jalan cepat tanpa istirahat lama + sesekali lari-lari kecil memakan waktu 5 jam..
Saya hanya membawa tas kecil yang isinya:
Air mineral 600 ml, Pocari sweet yang sedang, cokelat beng-beng 4, cokelat TOP yang besar 2, Madu Rasa 6, dan sejenis roti tawar beberapa pieces, tripod, sarung, mantel plastik, kamera, HP, charger, senter, kaos ganti, ..
(tidak tahu kenapa logistik masih sisa ketika saya cek Basecamp sewaktu sudah turun)
Sepertinya ketika diatas saya cuman makan beng-beng 3, madu 3 atau 4 dan beberapa lembar sejenis roti tawar yang habis, kondisi air alhamdulillah pas)
Untuk biaya registrasi kemarin karena hari Ahad (libur) sebesar sekitar 13.500
Biaya parkir motor 5.000
Bensin motor 20.000
Makan soto 2 x sebesar 20.000
Logistik sekitar 35.000
Kamar mandi 2 kali, sebesar 3000
Beli teh anget sewaktu di basecamp (sehabiz turun) 2000
Sekian semoga bermanfaat
anak gunung emang paling asik hehehe..
BalasHapus