Tik Tok di Merbabu via Swanting




Jum’at, 8 September 2017
Sepulang lari-sore di UGM, saya tak sengaja bertemu dengan seorang teman “Fajar Yulianto” di Wisma Kagama. (Kebetulan di sana ada acara resepsi “Mas Toro” kakakny si Fajar).
Ngobrol punya ngobrol, dy mengajak saya untuk mendaki hari Sabtu – Ahad di gunung Merbabu via jalur Suwanting. Awalny saya menolak, karena di hari Sabtu saya masih masuk kerja, namun akhirnya setelah kami musyawarahkan akhirnya kami berencana tik tok pada hari Ahad saja.

Ahad, 10 September 2017
Pukul 5.30 saya berangkat dari rumah (Jogja) menuju rumah si Fajar (Srumbung, Magelang).
Sempat agak bingung juga, Alhamdulillah sekitar jam 06.50 ketemu juga.

Setelah kami obrolkan kembali rencana teknis tik tok, sekitar pukul 7.10 kami berangkat menuju BaseCamp Suwanting.

Sebelum sampai keteb, kami sempatkan sarapan ringan dahulu (makan soto nih ceritanya).
Seusai makan kami berbelanja perbekalan logistik untuk dibawa naik, lalu kami segera bergegas melanjutkan perjalanan.


Pukul 08.10 kami sampai sampai di BaseCamp Suwanting. Kondisi di sana sepertinya sedang sepi pendaki. Setelah mampir ke sebuah warung untuk menitipkan motor, kami sedikit melakukan pemanasan dan pembagian bekal.



Perjalanan menuju pintu masuk kami lalui dengan berjalan santai ,mengingat cuaca saat itu terlihat sangat berkabut, dan rasa-rasanya mau turun hujan. Terkadang kami menyapa para penduduk yang sedang berladang, dan ada juga beberapa penduduk yang sedang membangun semacam pintu masuk atau gapura “Jalur Pendakian Via Suwanting”.

Sekitar pukul 08.55 kami start dari pintu masuk pendakian....
Yap, sambil bercerita-cerita kami juga menikmati bagusnya hutan di awal pintu masuk ini..
Seperti hutan pinus dan terlihat sangat rimbun, apalagi cuaca saat itu berkabut tebal...terlihat hijau sekali, ...

Jalur pendakian via Suwanting ada tiga pos, namun pos yang rekomended untuk melakukan camp adalalah POS III. Pos 2 hanya bisa dipakai beberapa tenda saja, sedangkan POS III area camp-nya luas.

Menurut saya jarak antara pintu masuk pendakian hingga mencapai POS III cukup jauh apabila mendaki menggunakan tas carrier besar, mungkin 4-5 jam bisa. Apalagi ditambah jalur pendakian yang berdebu (setelah POS II).

Ada jalur yang cukup terjal dan licin, namun tenang saja, karena di sana sudah ada tali pengaman yang selalu stand by untuk membantu para pendaki agar tidak tepeleset.

Dalam pendakian tik tok ini, masing dari kami hanya membawa (4 cokelat beng-beng, air mineral 600 ml, pocari yang ukuran sedang, madu 3, dan roti untuk bersama).

Dalam perjalanan dari jalur yang ada tali nya, kami bertemu dengan seseorang yang sedang turun. Dy menceritakan bahwasanny naiknya butuh 3 jam  (karena dy tik tok juga), dalam hati saya, “kayakny dia udah profesional nih”

Perjalanan sekitar 3 jam an kami sampai di POS III,
Yap kami pun sempatkan diri untuk berfoto-foto dulu. Setelah puas istirahat sebentar kami lanjutkan naik ke puncak..
Jarak antara POS III dengan Puncak sangat dekat, ya sekitar 1 – 1 ½ jam perjalanan naik.

Alhamdulillah karena cuaca sudah tampak cerah, saya pun masih sempatkan diri mengambil beberapa gambar.

Sekitar pukul 12.47 Alhamdulillah saya tiba di Puncak..
Namun teman saya sempat tertinggal di bawah,
Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu dia hingga sampai di Puncak Kenteng Songo.

Sekitar pukul 13.30 si Fajar nyampe juga nih di Puncak..
Disana kami ngobrol-ngobrol sambil makan, dan bersua dengan beberapa orang yang ketemu di atas.

Setelah cukup beristirahat, Pukul 14.05 kami mulai perjalanan turun ke Base Camp,
Dengan bekal yang masih setengah dari perbekalan awal ,kami putusan untuk langsung tembak ke BaseCamp saja.

Dalam perjalanan turun, kami sempat bertemu dengan para pendaki yang sudah turun duluan.
Ada yang dari Jakarta, Jogja, dan lupaaa,,heee

Pukul 16.10 saya klik sampai Pintu masuk jalur pendakian...

Lalu saya berjalan menuju ke BaseCamp sendirian (si Fajar nyusul dari belakang)

Sesampai di warung dimana kami menitipkan motor, saya minum teh anget dulu...
Waaa, sungguh enak sekali..

Sembari saya menunggu Fajar yang juga lgi otw turun, saya cuman ngobrol2 sama pemilik warung..
Pukul 04.45 Fajar nyampai juga di warung.

Alhamdulillah perjalanan turun kami, selamat sampai bawah tanpa ada halangan yang berarti.

Masih ngobrol-ngobrol2 disana sambil main-main, sekitar pukul 19.00 kami meninggalkan BaseCamp menuju rumah (PULANG)..

Yap inilah cerita pendakian ala tik tok kami,,

Untuk perjalanan naik saya, sekitar  3 jam 53 menit,
Perjalanan turun saya, sekitar 2 jam 5 menit

Jadi karena ini pertama kali juga saya naik lewat jalur Suwanting, total waktu mendaki sekitar 6 jam-an..

//tips nih buat yang pengen mendaki tik tok,
1. Siapkan aja fisik dan mental, sebelumnya sering2 jogging yyya
2. Klo kondisi tubuh sudah tidak kuat yang pelan2 saja,
3. Pastikan makanan yang dibawa se-efektif mungkin, dan yakinkan klo itu makanan pasti dimakan..jadi mksudny klo udah bawa bekal ya dimakan, jangan dibawa turun lagi..hee
4. Manajemen air sangat perlu sekali
5. Menurut saya pribadi, tik tok cocok untuk mereka yang bisa kuat menahan lapar..atau kalau tidak kuat nahan lapar ya usahakan jangan sampai lapar,, klo perlu sambil ngemil di jalan...tapi inget, jangan buang sampah an organik di gunung loh yaaa..
6. Banyak-banyak berdoa dan bersyukur
7. Semoga sukses dan selamat..

 


Solo Trail di Merbabu




Sebenarnya mencoba hal baru adalah sesuatu yang aku senangi, apalagi tentang hal-hal yang berbau ekstrim,,heee..
Yaa, pernah terpikir ingin mencoba nge-trail run atau tik tak dalam sebuah pendakian gunung..
Dan alhamdulillah pada hari Ahad, 23 Juli 2017 mimpiku terealisasi di Gunung Merbabu 3142 mdpl. Berikut ceritanya,,

Sekitar 2minggu menjelang hari H, ada seorang temennya temen yang chat saya mau ngajakin mendaki gunung. Kami pun diskusi panjang lebar, bahkan berhari-hari, namun karena memang saya masih terikat dengan kerjaan, alhasil saya tidak bisa ikut.

Beberapa hari menjelang hari H, temen baru saya, sebut saja “Fitriyani” memberi kabar bahwasannya dia jadi naik ke Gunung Merbabu. Dia berencana naik bersama teman2 mendakinya via jalur SELO, pada hari sabtu sore. 

“yah, hati2 dijalan”, semoga saya bisa menyusul.. pesan chat saya pada dia.

.....
Setelah saya pertimbangkan masak2, plus saya juga memang ada keperluan di deket Gunung Merapi yang kebetulan Via SELO juga, akhirnya bismillah dengan seijin orangtua, saya putuskan hari Ahad pagi saya ke Merapi sebentar, lalu nge-trail ke Merbabu.

Ahad, 23 Juli 2017

Ahad pagi sekitar pukul 06.30 saya memulai perjalanan dari Jogja menuju SELO, BOYOLALI. Alhamdulillah karena jalan masih dalam kondisi sepi, saya dapat tiba di SELO sekitar pukul 08.00.
Aktivitas pertama saya di sana yakni mampir dulu ke warung untuk membeli tambahan logistik seperti madu dan coklat. Lalu saya menyelesaikan urusan bentar di kawasan kaki Gunung Merapi. Setelah itu, saya cari-cari sarapan dulu coz dari rumah memang tidak sarapan..hee

Berhubung saya ingin melakukan trail  alias naik ke puncak terus langsung turun (tanpa lama beristirahat dan ngecamp) saya hanya sarapan yang ringan2 saja. Mungkin soto dan teh hangat, ditambah asupan coklat dan madu,  sudah cukup bagi saya.

Setelah sarapan selesai saya bergegas menuju ke Basecamp Merbabu yang Via Selo, kalo tidak salah namany Basecamp yang Gending, bukan Basecamp yang Gancik loh ya (coz ada dua Basecamp nih, meski nanti jalur antara kedua basecamp ini akan bertemu juga).

Beres2 dulu nih sesampainya di basecamp, peregangan dan pemanasan otot mulai saya lakukan perlahan. Oia, di sini saya seorang diri saja, karena dulu juga pernah mendaki via selo dan saya cukup hafal jalurnya, jadi yaaa bismillah lanjut...

Sekitar pukul 09.18 perjalanan dari pos registrasi (sudah masuk jalur pendakian) saya mulai dengan lari-lari kecil dahulu. Alhamdulillah aman, kadang saya juga berjalan cepat sambil mengumpulkan oksigen.. heeee

Dalam perjalanan naik, beberapa kali saya jumpai beberapa tim pendaki yang berjalan turun. Yaaah, mungkin saya saja yang berangkatnya kesiangan, jadi sudah banyak yang turun.

Sekitar 1 jam an berjalan, secara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan dia sedang turun,,,,
“Taa,” sapa saya..

Eh, ternyata benar,,,kirain cuman mirip saja
Akhirnya kami berhenti dan ngobrol-ngobrol sebentar...

....
(10 menit kemudian)
Perjalanan pun saya lanjutkan naik,
Ketika memasuki kawasan yang agak dipinggiran bukit, rasany udaranya kering sekali.
 Saya pun masih menemui rombongan-rombongan pendaki yang turun.

......
Dengan cara berjalan cepat, dan sesekali berhenti mengambil nafas panjang..
Alhamdulillah saya sampai puncak Kenteng Songo tepat pukul 12.18..

MasyaAllah, tepat 3jam (batin saya..)
Saya pun segera melemaskan otot dan duduk2 santai sambil makan roti yang saya kasih madu..

Kondisi di Puncak, cerah berawan. Di sini juga masih banyak pendaki yang berfoto-foto. Sambil melepas lelah saya pun lanjutkan makan rotinya.. heee

.....
Saya dipuncak hanya bertahan 15 menit. Saya juga bingung mau ngapain lagi di Puncak.
Setelah mengambil beberapa foto. Saya putuskan untuk melanjutkan turun (kembali ke Basecamp).

....
Waktu menunjukkan pukul 12.35,
perjalanan turun pun saya tidak terlalu keburu-buru, hanya berjalan cepat saja.

Alhamdulillah cuaca kala itu cerah berawan, sehingga aman tidak hujan.

...
Sesampainya di sabana 1 saya mampir nih ditenda temenny temen tadi yang namanya Fitriyani,
Yaa numpang istirahat sebentar, sambil ngobrol-ngobrol..
Nih kami juga sempatkan foto bareng sebagai kenang-kenangan..

Marita - Fitriyani - Aku
...
Dirasa sudah cukup, saya pun berpamitan pulang untuk melanjutkan perjalanan turun.

Dalam perjalanan turun saya juga banyak menemui rombongan-rombongan pendaki yang turun, namun ada juga pendaki yang baru naik (masyaAllah)..

Alhamdulillah saya sampai di Base Camp dengan kondisi baik sekitar pukul 14.42..

...
Saya beristirahat sejenak, ganti baju...
Beli teh anget (wwwaaaaa, mantap sekali)
Lalu saya putusakn turun untuk bersih2 dan sholat dzuhur + ashar (saya jamak nih)..
...
Sekitar pukul 16.00 lebih laah, saya tancap gas otw pulang ke Jogja..
Alhamdulillah karena ada jalan yang sedang diperbaiki, sekitar jam 18.30 saya tiba dirumah dengan selamat...

 ...
Dalam perjalanan naik ke Merbabu sampai puncak memakan waktu 3 jam
Untuk turun bisa sampai 2 jam
Jadi untuk naik dan turun, dengan tempo jalan cepat tanpa istirahat lama + sesekali lari-lari kecil memakan waktu 5 jam..

Saya hanya membawa tas kecil yang isinya:
Air mineral 600 ml, Pocari sweet yang sedang, cokelat beng-beng 4, cokelat TOP yang besar 2, Madu Rasa 6, dan sejenis roti tawar beberapa pieces, tripod, sarung, mantel plastik, kamera, HP, charger, senter, kaos ganti, ..
(tidak tahu kenapa logistik masih sisa ketika saya cek Basecamp sewaktu sudah turun)
Sepertinya ketika diatas saya cuman makan beng-beng 3, madu 3 atau 4 dan beberapa lembar sejenis roti tawar yang habis, kondisi air alhamdulillah pas)  
Untuk biaya registrasi kemarin karena hari Ahad (libur) sebesar sekitar 13.500
Biaya parkir motor 5.000
Bensin motor 20.000
Makan soto 2 x sebesar 20.000
Logistik sekitar 35.000
Kamar mandi 2 kali, sebesar 3000
Beli teh anget sewaktu di basecamp (sehabiz turun) 2000

Sekian semoga bermanfaat