Tanggal 01 Mei 2025,
tepatnya hari Kamis
Saya melakukan
pendakian di gunung Merbabu,
Saya mengambil rute
/ jalur via Wekas karena saya cukup familiar dengan jalurnya dan
basecamp disana juga ramah administrasinya,
Kenapa saya sebut
ramah administrasinya,
Ya karena sejak
gunung Merbabu dikelola oleh Taman Nasional,
peraturan pendakian
mewajibkan minimal 3 orang dalam satu rombongan, namun disana masih luwes.
Sebenarnya rasa
ingin mendaki memang sudah lama ingin segera direalisasikan,
Sejak jalur
pendakian gunung Merapi di tutup sekitar bulan Mei 2018,
saya belum mendaki
lagi,
jadi bisa terbilang
sudah 7 tahun saya tidak mendaki,
Inginnya mendaki
gunung Merapi kembali, tapi sampai saat tulisan ‘blog’ ini
dibuat gunung Merapi masih berada dalam level III.
Lalu saya mencari
info mengenai cara pendaftaran online untuk melakukan booking
pendakian,
untuk melakukan
registrasi / pendaftaran akun dan booking, dapat dilakukan di laman
https://tngunungmerbabu.org/
Saya download dan
saya baca-baca “Peraturan Booking Online Jalur Pendakian Gunung
Merbabu”
karena masih ada
waktu lebih dari seminggu sebelum tanggal 01 Mei 2025, saya berusaha
mencari teman agar syarat minimal 3 orang pendaki, bisa terpenuhi.
Alhamdulillah,
setelah berusaha dan berusaha, 3 akun / kode pendaki saya dapatkan,
Lalu selanjutnya
“gass” untuk booking online
“””Sebuah
cerita sedikit saya, pendakian ini saya tekadkan untuk dilakukan
secara solo, tapi berhubung ada teman yang mau menemani mendaki,
alhamdulillah jadi ada temannya”””
-----------Singkat
cerita setelah selesai melakukan booking online dan tiba tanggal 01
Mei 2025”
01 Mei 2025
Ini hari yang saya
tunggu-tunggu, hari Kamis, hari libur, hari dimana hari buruh “May
Day” diperingati.
Pagi hari pukul
05.50 Saya berangkat dari rumah menggunakan motor Vixion Old warna
abu-abu,
saya mampir dahulu
ke tempat Dukuh Gandu, karena harus menitipkan surat keterangan
kematian karena ada yang meninggal dan akan dimakamkan pada hari
tersebut.
Setelah itu saya
bergerak ke arah Krapyak, Kota Yogyakarta untuk menjemput teman saya,
Fajar Y.
Saya sampai dilokasi
sekitar pukul 06.30, ya meski harus nyasar muter-muter cari rumahnya.
Setelah semua sudah
siap sekitar pukul 06.50 kami berangkat,
Perjalanan menuju
Wekas, menempuh waktu sekitar 2 jam-an.
Mendekati Wekas,
sebelum masuk wilayah hutan, kami sempatkan berhenti sebentar di area
pasar untuk membeli bekal dan sarapan.
Setelah persiapan
makan dan minum dirasa cukup, kami bergerak ke atas menuju Basecamp
Kedakan, Wekas
Jarak Basecamp
Kedakan sekitar 5,7 KM dari pasar, namun jalannya berupa cor-an dan
berupa tatanan batu, selain itu jalannya full naik, jadi tenaga motor
yang ekstra sangat dibutuhkan di sini.
Pukul 09.15 WIB
Setiba di rumah
Bapak Sumardi, salah satu lokasi singgah untuk para pendaki,
Saya melakukan
registrasi ulang,
ada 2 jenis
registrasi yakni registrasi online (yang dilakukan untuk booking) dan
registrasi retribusi untuk desa setempat.
Jadi menurut saya
yang registrasi online itu, dananya masuk ke Taman Nasional dan yang
registrasi satunya, masuk ke Kas Desa.
Setelah
bersiap-siap, tepat pukul 09.31 WIB “bismillahirrahmannirrahim”
pendakian secara tektok kami mulai.
Pada hari ini, meki
hali libur pendakian via Wekas memang terbilang sepi, kami hanya
menjumpai beberapa rombongan pendaki,
baru sekitar 40
menit berjalan kami menjumpai 2 orang yang turun, sepertinya mereka
berdua juga tektok.
Sesampainya di Pos
Kidang Kencana, atau Pos air, atau juga sering disebut Camping Ground, kami
beristirahat sejenak, kami makan beberapa bekal yang telah kami bawa
dari bawah.
Saya pun juga
mencobai kamar mandi yang ada di Pos 2,
sebagai informasi
saja, Pos 2 memang terkenal banyak airnya, ada water torennya, dan
ada WC nya.
Jadi insyaallah
untuk keperluan supply air dan kamar mandi, bisa dikatakan aman.
Kami juga menjumpai
2 rombongan pendaki yang sedang beristirahat, dan sepertinya mereka
juga sedang menuju ke arah Puncak
Hanya sekitar 10
menit kami disini, lalu kami lanjutkan perjalanan,
oia, kondisi disini
berkabut sangat ya, dan sempat juga gerimis.
Berjalan meuju
Gerbang Angin, cuaca kembali cerah, namun juga terkadang kembali
berkabut,
tapi lupa saya
abadikan moment pendakian ini dengan kamera ponsel Android,
Di sepanjang
perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 3, di lajur pendakian terdapat
banyak kotoran, dan menurut saya ini kotoran kera, karena memang
untuk wilayah Pos 2 ini banyak terdapat kera liar, jadi harap
berhati-hati yaa.
Alhamdullilah
sekitar pukul 12.50 Kami tiba di Gerbang Angin,
disini merupakan
titik pertemuan antara jalur dari arah Cunthel, Tekhelan, dan Wekas.
Kalo ambil arah ke
utara, sekitar 150 meter nanti akan ada Puncak Menara.
Namun karena dari
awal saya niatknya hanya cukup sampai disini, mengingat hanya
mengejar waktu agar tidak pulang terlalu malam.
Kami beristirahat
dan makan bekal yang kami beli dari Pasar,
ada buah Klengkeng,
Pir, Jeruk, roti, coklat beng-beng.
Tak lupa saya
menyibukan diri dengan mengambil foto pemandangan dengan tripod kecil
yang sudah saya persiapkan dari rumah.
Cukup lama juga kami
disini, sambil bertegur sapa dengan beberapa pendaki yang kami salip
tadi,
sekitar pukul 13.45
kami bersiap kembali turun ke Basecamp Kedakan, Wekas.
Di sepanjang jalur
turun kami mendapati sekitar ada 3 rombongan pendaki, yang sedang
melakukkan perjalanan naik,
dengan ditemani
cuaca yang masih sangat berkabu yang syahdu
Pukul 15.35 WIB
Alhamdulillah kami
kembali di rumah Pak Sumardi dengan selamat.
Kami melepas melepas
lelah sejenak,
kami bergantian
bersih-bersih,
lalu sekitar pukul
16.00, kami bergerak pulang ke Jogja...
Yak, inilah catatan
perjalanan pendakian Gunung Merbabu, via wekas,
sebagai informasi,
ini saya spill budget yang saya keluarkan khusunya untuk tiket :
dari booking online
habis 150.000 ( per pendaki 50.000)
untuk retribusi desa
105.000 (per pendaki 35.000)
nah, kenapa di
Wekas, diawal blog saya katakan ramah administrasi?
Karena saya bisa
mendaki berdua saja, namun ya tetap administrasinya harus atas 3
orang.
Sekian cerita saya,
Semoga bisa
bermanfaat,
“Sebuah
dokumentasi pribadi untuk cerita dan kenangan indah”
Terimakasih
Dokumentasi: