LIBURAN YA KE TAMAN PINTAR

Kamis, 25 Desember 2025. 

Alhamdulillah, kami kali ini bisa liburan ke Taman Pintar, Yogyakarta.

Moment ini kami manfaatkan mengingat libur yang cukup panjang dari hari Kamis s/d hari Minggu.

Perlu diketahui, Kahfi sudah memasuki TK A atau TK kecil, tentunya ketika sudah masuk sekolah lagi, pasti teman-temanya akan bercerita mengenai liburannya. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, saya dan istri bersepakat untuk mengajak Kahfi berlibur sembari belajar di Taman Pintar.

Sebagai informasi, menurut kami harga taman pintar cukup murah dan terjangkau

Harga untuk memasuki wahana oval kotak, dewasa @24.000, sedangkan untuk anak @14.000

sehingga total untuk kami bertiga sekitar 62.000 rupiah

Pagi itu, kami berangkat dari rumah sekitar 09.45 WIB.

Dengan berbonceng motor Mio Sporty, kami sampai di Taman Pintar sekitar pukul 10.05.

Kami parkirkan motor di sisi timur Taman Pintar, untuk biaya parkir 3000 rupiah.

Lalu kami langsung masuk menuju pembelian tiket oval kotak.

Di depan wahana oval kotak, ada boneka orang (Burung Hantu) dan boneka tangan (Dinosaurus), ketika kami ajak foto bersama, si Kahfi malah takut. wkwkw

Akhirnya kami langsung masuk saja ke wahana Oval Kotak, 

Pertama, kami disuguhi aqurium besar dengan ikan yang berbentuk seperti lele yang ukurannya sangat besar,

lalu kami masuk ke Zona Dino, disini kami disuguhi oleh patung2 Dinosaurus yang dihiasi lampu warna warni, 

Dinosaurus ini bisa bergerak sendiri dan bersuara, sehingga Kahfi sempat menanyakan darimana suara Dino ini berasal

Lalu kami muter2 menikmati berbagai Zona yang berada di Oval Kotak

Sekitar 1 jam berjalan, kami memasuki pintu keluar yang berada di lantai 3.

Di sini wisata kuliner sangat memanjakan lidah, 

Namun karena kami, berencana makan di luar, kami langsung berjalan keluar saja.

Sekitar jam 11.30 kami cabut dari Taman Pintar, 

kami menuju Baskom yang berada di Jl. Jogja Wonosari, tepatnya di sebelah barat Kidsfun

Kahfi pun sempat hampir tertidur di motor karena kantuknya.

Alhamdulillah kami setelah kami sempatkan makan siang soto bakso dan es campur, kami pulang ke rumah sekitar jam 12.30.

Begitulah cerita singkat liburan kami

semoga menjadi cerita indah, ketika dibaca diwaktu yang akan datang

Terimakasih







Pendakian Gunung Merbabu, Via Wekas

Tanggal 01 Mei 2025, tepatnya hari Kamis

Saya melakukan pendakian di gunung Merbabu,

Saya mengambil rute / jalur via Wekas karena saya cukup familiar dengan jalurnya dan basecamp disana juga ramah administrasinya,

Kenapa saya sebut ramah administrasinya,

Ya karena sejak gunung Merbabu dikelola oleh Taman Nasional,

peraturan pendakian mewajibkan minimal 3 orang dalam satu rombongan, namun disana masih luwes.

Sebenarnya rasa ingin mendaki memang sudah lama ingin segera direalisasikan,

Sejak jalur pendakian gunung Merapi di tutup sekitar bulan Mei 2018,

saya belum mendaki lagi,

jadi bisa terbilang sudah 7 tahun saya tidak mendaki,

Inginnya mendaki gunung Merapi kembali, tapi sampai saat tulisan ‘blog’ ini dibuat gunung Merapi masih berada dalam level III.

Lalu saya mencari info mengenai cara pendaftaran online untuk melakukan booking pendakian,

untuk melakukan registrasi / pendaftaran akun dan booking, dapat dilakukan di laman https://tngunungmerbabu.org/

Saya download dan saya baca-baca “Peraturan Booking Online Jalur Pendakian Gunung Merbabu”

karena masih ada waktu lebih dari seminggu sebelum tanggal 01 Mei 2025, saya berusaha mencari teman agar syarat minimal 3 orang pendaki, bisa terpenuhi.

Alhamdulillah, setelah berusaha dan berusaha, 3 akun / kode pendaki saya dapatkan,

Lalu selanjutnya “gass” untuk booking online

“””Sebuah cerita sedikit saya, pendakian ini saya tekadkan untuk dilakukan secara solo, tapi berhubung ada teman yang mau menemani mendaki, alhamdulillah jadi ada temannya”””

-----------Singkat cerita setelah selesai melakukan booking online dan tiba tanggal 01 Mei 2025”

01 Mei 2025

Ini hari yang saya tunggu-tunggu, hari Kamis, hari libur, hari dimana hari buruh “May Day” diperingati.

Pagi hari pukul 05.50 Saya berangkat dari rumah menggunakan motor Vixion Old warna abu-abu,

saya mampir dahulu ke tempat Dukuh Gandu, karena harus menitipkan surat keterangan kematian karena ada yang meninggal dan akan dimakamkan pada hari tersebut.

Setelah itu saya bergerak ke arah Krapyak, Kota Yogyakarta untuk menjemput teman saya, Fajar Y.

Saya sampai dilokasi sekitar pukul 06.30, ya meski harus nyasar muter-muter cari rumahnya.

Setelah semua sudah siap sekitar pukul 06.50 kami berangkat,

Perjalanan menuju Wekas, menempuh waktu sekitar 2 jam-an.

Mendekati Wekas, sebelum masuk wilayah hutan, kami sempatkan berhenti sebentar di area pasar untuk membeli bekal dan sarapan.

Setelah persiapan makan dan minum dirasa cukup, kami bergerak ke atas menuju Basecamp Kedakan, Wekas

Jarak Basecamp Kedakan sekitar 5,7 KM dari pasar, namun jalannya berupa cor-an dan berupa tatanan batu, selain itu jalannya full naik, jadi tenaga motor yang ekstra sangat dibutuhkan di sini.


Pukul 09.15 WIB

Setiba di rumah Bapak Sumardi, salah satu lokasi singgah untuk para pendaki,

Saya melakukan registrasi ulang,

ada 2 jenis registrasi yakni registrasi online (yang dilakukan untuk booking) dan registrasi retribusi untuk desa setempat.

Jadi menurut saya yang registrasi online itu, dananya masuk ke Taman Nasional dan yang registrasi satunya, masuk ke Kas Desa.

Setelah bersiap-siap, tepat pukul 09.31 WIB “bismillahirrahmannirrahim” pendakian secara tektok kami mulai.

Pada hari ini, meki hali libur pendakian via Wekas memang terbilang sepi, kami hanya menjumpai beberapa rombongan pendaki,

baru sekitar 40 menit berjalan kami menjumpai 2 orang yang turun, sepertinya mereka berdua juga tektok.

Sesampainya di Pos Kidang Kencana, atau Pos air, atau juga sering disebut Camping Ground, kami beristirahat sejenak, kami makan beberapa bekal yang telah kami bawa dari bawah.

Saya pun juga mencobai kamar mandi yang ada di Pos 2,

sebagai informasi saja, Pos 2 memang terkenal banyak airnya, ada water torennya, dan ada WC nya.

Jadi insyaallah untuk keperluan supply air dan kamar mandi, bisa dikatakan aman.

Kami juga menjumpai 2 rombongan pendaki yang sedang beristirahat, dan sepertinya mereka juga sedang menuju ke arah Puncak

Hanya sekitar 10 menit kami disini, lalu kami lanjutkan perjalanan,

oia, kondisi disini berkabut sangat ya, dan sempat juga gerimis.

Berjalan meuju Gerbang Angin, cuaca kembali cerah, namun juga terkadang kembali berkabut,

tapi lupa saya abadikan moment pendakian ini dengan kamera ponsel Android,

Di sepanjang perjalanan dari Pos 2 menuju Pos 3, di lajur pendakian terdapat banyak kotoran, dan menurut saya ini kotoran kera, karena memang untuk wilayah Pos 2 ini banyak terdapat kera liar, jadi harap berhati-hati yaa.

Alhamdullilah sekitar pukul 12.50 Kami tiba di Gerbang Angin,

disini merupakan titik pertemuan antara jalur dari arah Cunthel, Tekhelan, dan Wekas.

Kalo ambil arah ke utara, sekitar 150 meter nanti akan ada Puncak Menara.

Namun karena dari awal saya niatknya hanya cukup sampai disini, mengingat hanya mengejar waktu agar tidak pulang terlalu malam.


Kami beristirahat dan makan bekal yang kami beli dari Pasar,

ada buah Klengkeng, Pir, Jeruk, roti, coklat beng-beng.

Tak lupa saya menyibukan diri dengan mengambil foto pemandangan dengan tripod kecil yang sudah saya persiapkan dari rumah.

Cukup lama juga kami disini, sambil bertegur sapa dengan beberapa pendaki yang kami salip tadi,

sekitar pukul 13.45 kami bersiap kembali turun ke Basecamp Kedakan, Wekas.

Di sepanjang jalur turun kami mendapati sekitar ada 3 rombongan pendaki, yang sedang melakukkan perjalanan naik,

dengan ditemani cuaca yang masih sangat berkabu yang syahdu


Pukul 15.35 WIB

Alhamdulillah kami kembali di rumah Pak Sumardi dengan selamat.

Kami melepas melepas lelah sejenak,

kami bergantian bersih-bersih,

lalu sekitar pukul 16.00, kami bergerak pulang ke Jogja...

Yak, inilah catatan perjalanan pendakian Gunung Merbabu, via wekas,

sebagai informasi, ini saya spill budget yang saya keluarkan khusunya untuk tiket :

dari booking online habis 150.000 ( per pendaki 50.000)

untuk retribusi desa 105.000 (per pendaki 35.000)

nah, kenapa di Wekas, diawal blog saya katakan ramah administrasi?

Karena saya bisa mendaki berdua saja, namun ya tetap administrasinya harus atas 3 orang.


Sekian cerita saya,

Semoga bisa bermanfaat,

“Sebuah dokumentasi pribadi untuk cerita dan kenangan indah”

Terimakasih


Dokumentasi: 


















BELI RUBIX YONG JUN RUILONG

 

Beberapa hari menjelang lebaran, ketika saya pengen aktif lagi menulis blog ini,

saya putuskan untuk memberi cube atau rubix 3x3x3.

Ini saya gunakan sebagai simbolisme untuk menulis kembali.


Saya kepikiran hal tersebut karena sebelumnya saya bersama Kahfi (anak saya yang pertama) jalan-jalan ke MRDIY yang ada di jalan gedong kuning, seberang jalan, barat kantor PLN.

Nah, pada waktu itu saya melihat mainan rubix dengan berbagai bentuk yang cukup bermerk, harganya 40 ribuan ke atas

Karena saya cukup bisa untuk bermain rubix, saya rasa ini rubix sudah cukup bagus, tidak seperti rubix 5ribuan yang seret ketika dimainkan.


Lalu suatu waktu saya kembali lagi ke MRDIY, dan membeli rubix tersebut.

Ini saya beli yang harganya 55ribu, merkny Yong Jun RuiLong.


Alhamdulillah setelah saya unboxing dirumah, rubixnya enak, ringan, tidak mudah terjaadi POP UP,

berbeda dengan rubix yang saya beli sebelumnya merk MOYU dengan 2 magnet namun agak berat.


Tulisan Mengawali Tahun 2025


Halo,


lama tidak berjumpa, sudah lama sekali tidak menulis seperti dulu,

menuangkan curahan hati dan pikiran diatas ketikan keyboard laptop,


ada beberapa alasan, seperti lupa password ini blogspot, sampai rasa jenuh yang melanda sehingga tidak mau menulis lagi,

kalo tidak salah, waktu itu sempat booming VLOG, jadi ada rasa sepertinya lebih enak dan simpel untuk membuat video blogging, namun karena memang bukan kesukaannya jadinya tetap saja belum semangat untuk memulainya.


Ini tulisan saya diawal tahun 2025 M, tepatnya tanggal 30 Maret 2025, 29 Ramadhan 1446 H,

Waktu buka email, ternyata langsung bisa connect ke Blog,

Alhamdulillah senangnya, bisa melanjutkan perjalanan cerita kehidupan yang sempat tidak terekam.


Salah satu yang membuat saya kembali bersemangat dalam menulis adalah, karena saya ingin mengisahkan kisah kehidupan saya “Fitriyanto” agar bisa dinikmati bagi para pembaca yang secara kebetulan lewat di Blog saya ini,


yang kedua, saya ingin mendokumentasikan tentang apa saya yang pernah saya lakukan, saya tekuni, sehingga saya bisa menceritakan dan memberikan bukti nyata berupa foto kepada anak sampai cucu saya kelak,


menulis seperti ini memang capek, kadang juga typo / salah dalam pengetikan,

sehingga harus menekan backspace berulang-ulang

namun karena saya percaya dan yakin akan betapa berharganya kisah saya ini, maka saya rela dan ikhlas untuk mendeskripsikan sebaik mungkin kisah kehidupan saya


Saya juga tidak terkenal di kehidupan fisik, secara pribadi saya termasuk golongan introvert, yang cukup malas untuk berinteraksi dengan orang jika dirasa tidak diperlukan sekali,

saya lebih suka dirumah, bersih-bersih, menatap layar laptop berjam-jam pun saya betah.


Sebagai pembuka tulisan ini, saya nanti akan berkisah secara random yak, gaya tulis yang saya gunakan juga lebih ke gaya bebas, tidak menuntut EYD, jadi biar lebih terasa spontanitasnya saja.


Sebenarnya saya ingin memulai dengan cerita “bersepeda” saya sebagai hobi yang menurut saya “baru” namun nanti ceritanya akan saya buat bersambung saja, agar lebih dapat feelny, oke


semoga ini bisa menjadi pembuka yang baik, dalam memulai saya dalam bertulis-tulis


tetap semangat dan

Terimakasih