Gunung Andong 1726 mdpl



Sabtu, 12 September 2015
Saya berangkat dengan seorang teman Van De Fard, dari Jogja menuju Gn. Andong yang berada di Kabupaten Magelang, tepatnya utara Gn. Merbabu 3142 mdpl.

Pendakian kali ini agak berbeda dengan pendakian yang pernah saya lakukan sebelumnya. Jika pada pendakian yang pernah saya lakukan, umumnya lengkap dengan berbagai equipment pendakian, kali ini saya berencana membawa sebuah sepeda ke puncak Gn. Andong.

Moment ini memang sudah saya rencanakan jauh-jauh hari sebelumya. Dengan latihan fisik dan mental, serta segala persiapan yang dibutuhkan untuk segala kemungkinan. Pada hari Sabtu 12 September 2015, saya segera eksekusi.

Perjalanan dari Jogja-Magelang (Base Camp Gn. Andong) menempuh sekitar 2,5-3 jam. Base camp yang kami pilih ketika itu adalah Base Camp SAWIT.

Alhamdulillah, sampai juga di Base Camp, sekitar pukul 5 sore. Untuk mengisi energi dalam tubuh, saya pun makan nasi yang kebetulan sudah saya bawa dari rumah. Saya juga me-istirahat-kan badan sejenak yang sejak 2,5 jam-an yang lalu pegal2 karena menopang sepeda diatas motor.
uhhhhh, olesin saja counterpain...heeeee...

Waktu udah mw maghrib, kami putuskan untuk sholat maghrib dahulu di masjid terdekat. Setelah semua sudah siap kami lantas bergegas menuju Andong PEAK 1726 AMSL.

Di jalan sempat ditanyai penduduk sekitar,
“Bawa Sepeda mas? Apa bisa?”,tanya seorang penduduk
.......
“yahh, pelan-pelan aja ni Buk/Pak, nanti bawanya juga dipikul”, jawab saya

“Andong merupakan Gunung yang tidak begitu tinggi, hanya 1726 MDPL. Jalur pendakiannya pun tidak begitu sulit. Tracknya cenderung pada tanah kering yang cukup berdebu. Kadang ada jalanan berbatu yang seolah-olah sudah dibuat seperti tangga.

Sekitar 10-15 menit menjelang Puncak, ada pos air yang sudah dialirkan lewat pralon dan dikasih keran. Sehingga sangat memudahkan para pendaki untuk mendapatkan air.”

Dengan posisi sepeda saya pikul, bergantian kiri-kanan karena cukup pegal juga. Baru sekitar 10 menit berjalan saya pun istiratat sebentar (maklum lagi adaptasi ni...hee)
Setelah menenggak air minum dan badan sudah terasa siap.

Alhamdulillah, sekitar 1,5 jam kami mendaki akhirnya sampai PUNCAK juga.
ternyata ramai sekali disini.
Memang saya baru pertama kali kesini,
emmmh, mungkin karena week end jadinya ramai nih.

Mulai mencari-cari lokasi yang kosong, tuk mendirikan tenda. Dapat juga yang masih sepi,
Kami pun bongkar tas dan segera mendirikan tenda.

Malam kiat larut, para pendaki masih berdatangan, hingga sekitar kanan-kiri kami yang awalnya bisa untuk jalan, kini penuh sesak dengan tenda pendaki.

“Kondisi puncak sangat berdebu apalagi kala terkena angin”
hmmm, debunya terbang ke kemana2 ni...”

Minggu, 13 September 2015
Pagi cuaca masih berkabut. Bahkan untuk melihat kerlap kerlip lampu di desa-desa bawahnya saja, tak tampak.

Berfotopun tak boleh dilewatkan, apalagi foto sama si sepeda. Wahh, jangan sampai terlewat tuhh.
Setelah puas sekitar pukul 10.30 kami, bongkar tenda dan cabut, turun, tuk segera pulang ke JOGJA.
sekian cerita dari saya....
semoga ketemu dengan cerita baru lainnya.

1 komentar: