SOLO HIKING Gunung Semeru 3676 mdpl


My liitle story...

Jum’at, 30 Mei 2014

Pukul 22.15, saya meluncur ke Malang menggunakan kereta Malioboro Ekpres menuju stasiun Malang. Dengan berbekal keyakinan dan persiapan yang (insyaAllah) matang, saya berencana mendaki Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur. 

Gunung yang mempunyai ketinggian 3676 mdpl ini merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Gunung yang masih aktif dan  terkenal akan nama puncak “MAHAMERU” yang berarti puncaknya para dewa, memang menjadi idaman dari para pendaki. Apalagi Ranu Kumbolo, danau yang menjadi surganya para pendaki mempuyai daya tarik tersendiri, serta keindahan alam Bromo Tengger Semeru yang memanjakan para penikmat alam.


Sabtu, 31 Mei 2014
Pukul 6 pagi, kereta berhenti di Stasiun Malang. Alhamdulillah, di sana saya bertemu dengan 3 orang pendaki pula asal Solo (satu laki-laki dan dua perempuan) yang juga berencana melakukan pendakian di Gunung Semeru.

Karena saya cuman seorang diri, saya berniat pun bergabung dengan mereka. Sehingga kami berempat berangkat bersama dari Stasiun Malang menuju daerah Tumpang dengan menggunakan angkot. Perjalanan dari Stasiun Malang menuju Tumpang sekitar 30 menit.

Sesampainya di TUMPANG, kami menuju tempatnya Bapak Ruseno (rumah yang sering menjadi tempat persinggahan / transit  para pendaki Gunung Semeru). Sambil menanti barengan pendaki lain yang ingin mendaki ke Gunung Semeru, kami pun makan pagi dahulu di warung dekat kediaman Bapak Ruseno.
Di sana terdapat beberapa pendaki, tetapi mereka sudah melakukan pendakian. Adapun pendaki yang ada, sudah naik dari tadi pagi, tutur Ibu Ruseno.


Setelah sarapan pagi, packing, dan penantian rombongan pendaki yang  akan naik Gunung Semeru tidak muncul-muncul. Akhirnya kami diarahkan untuk mencari angkot (mereka menyebutnya angkot biru “GMT”) di Pasar Tumpang.


Sempat bingung juga dengan perubahan sistem transportasi yang harus pindah sana-sini. Karena sebelumnya, pendaki bisa menggunakan truk sayur atau jip, langsung menuju Base Camp RANU PANE, tapi sekarang (mulai akhir MEI 2014 dst) para pendaki harus menggunakan angkot GMT menuju Rest Area. Lalu dari Rest Area sudah menunggu JIP dan truk yang siap mengantarkan para pendaki menuju Base Camp RANU PANE.

Perjalanan dari TUMPANG menuju Rest Area sekitar 20-30 menit. Dari Rest Area menuju RANU PANE sekitar 1 jam-an. Sewaktu menuju base campnya angkot GMT. Alhamdulillah, kami mendapat barengan dengan pendaki lain, sehingga ada 8 pendaki termasuk saya. Biaya yang dikeluarkan untuk angkot dari TUMPANG menuju Rest Area @7000 (diatas 7 penumpang)

Dari Rest Area menuju RANU PANE, umumnya truk mengantar pendaki dengan jumlah minimal 15 orang, dengan biaya @35.000

Sekitar pukul 10.30 siang, saya tiba di RANU PANE. Jumlah minimal pendaki di Gunung Semeru adalah 3 orang, sehingga waktu registrasi pendaftaran, saya meminta pendaki asal IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) agar dimasukkan ke dalam data rombongannya.
Setelah melaksanakan Sholat Dzuhur, saya seorang diri berangkat menuju Pintu Gerbang Jalur Pendakian Gunung Semeru. Kebanyakan pendaki sudah berangkat pukul 11 siang tadi.
Setelah melewati Pos 1 saya mulai menyusul para pendaki yang sudah berangkat duluan, saya sang “KEONG HITAM” pun berjalan cukup pelan dan santai. Sambil beristirahat sejenak di tiap Pos dan bertegur sapa dengan pendaki lain, membuat perjalanan pendakian ini tak begitu melelahkan.
Waktu saya berangkat, banyak pula berpapasan dengan para pendaki yang turun.
Juga sempat saya bertemu dengan teman pendaki “ Bang Wildan asal Ciamis dan Bang Ade asal UMY”yang sedang turun. Yah, sempat kami ngobrol-ngobrol dahulu dan berfoto, sebelum kami berpisah lagi.
Perjalanan dari RANU PANE sampai RANU KUMBOLO saya tempuh dengan waktu 4 ½ jam atau sekitar jam ½ 5 Sore saya tiba di RANU KUMBOLO.

Santai sebentar dan menikmati sejuknya KUMBOLO, tiba-tiba saya dikagetkan oleh seseorang yang memanggil saya, seorang teman pendaki asal MAPALASKA JOGJA yang hendak turun.
Pukul 5 sore, dinginnya KUMBOLO mulai merasuk badan. Saya pun bergegas mendirikan tenda.
Suasana di tepian RANU KUMBOLO pada waktu itu sangat ramai, bahkan seperti pasar saja.
Pukul 6 petang setelah menunaikan ibadah sholat maghrib, saya memasak air panas untuk menghangatkan badan, mie pun siap di santap.

Gemuruh riuh para pendaki di KUMBOLO dan kerlap kerlip cahaya senter mewarnai indahnya malam ini, apalagi cuaca yang cerah dan ribuan bintang yang menghiasai langit.
Setelah sholat isya, saya pun bersiap tidur, karena jaket yang saya bawa tertinggal di Tumpang (ketika saya packing, ada yang memindahkan jaket milik saya) saya pun hanya pakai kaos, berlapiskan sarung, dan sleeping bag.

Ntah hanya perasaan saya saja atau memang cuacanya yang seperti ini, tetapi suasana di RANU KUMBOLO waktu itu sangat dingin, bahkan lebih dingin daripada di KALIMATI. Seringkali saya terbangun karena udara yang dingin membuat tidur menjadi tak begitu nyenyak. Sekitar pukul 10 malam, saya terjaga karena tenda sebelah saya terdengar suara cewek yang menggigil kedinginan. 

Saya kira itu mungkin hanya sebentar saja, bahkan teman-temannya se-tenda terdengar berusaha untuk menghangatkannya. Hampir 1 jam –an lebih dia terdengar menggigil dan mengeluh kedinginan. Saya pun agak takut, bisa itu jadi gejala hiportemia ringan atau apalah. Akhirnya saya menawarkan bantuan untuk membuatkan minuman hangat. Alhamdulillah, dia pun tidak terdengar mengeluh kedinginan lagi.

Minggu, 1 Juni 2014

Usai melaksanakan sholat subuh, saya pun sempatkan berkeliling di pinggiran RANU KUMBOLO. Begitu banyak pendaki yang menikmati KUMBOLO, sambil dengan gaya narsisnya masing-masing, mereka berfoto-foto. 

Tak mau ketinggalan juga, saya juga sering memintakan teman pendaki untuk mengambil gambar saya, (maklum lah, kalau mendaki sendirian emang susah buat foto2..hee )

Sekitar pukul 8 pagi, saya memasak beras dan membuat minuman hangat. Pukul 9 pagi, saya mulai packing barang-barang, tenda pun mulai saya bongkar. Terlihat pula banyak pendaki yang packing, untuk turun. Setelah packing, saya pun ditawari kopi hangat dari tenda sebelah, tepatnya si cewek yang kebetulan tadi malam saya bikinkan jahe hangat.
Alhamdulillah, dapat rejeki nih. Sambil ngobrol-ngobrol sebentar dan berkenalan dengan rombongannya.
Sekitar pukul 9.30 pagi, saya berpamitan dengan mereka. Saya lanjut ke KALIMATI. Perjalanan dari RANU KUMBOLO menuju KALIMATI ditempuh sekitar 3 jam. Sekitar 10 menit selepas melewati TANJAKAN CINTA, kita akan dihadapkan dengan padang rumbut yang luas atau ORO-ORO OMBO. 

Di pos CEMORO KANDANG juga ada penjual makanan, tapi harga yang mahal. Saya pun hanya numpang beristirahat sambil bercakap dengan pendaki lain yang sedang bersantap makan di situ.
Lanjut dari CEMORO KANDANG, saya menuju JAMBANGAN. Perjalanan di sini, tracknya cukup lama, dan agak sedikit menanjak.

Sekitar 20 menit dari JAMBANGAN, saya sampai di KALIMATI (sekitar pukul 12.30). Di sana sudah ada beberapa tenda. 

Alhamdulillah, cuaca yang cerah, membuat puncak Gunung Semeru terlihat jelas dan terasa begitu dekat. Di KALIMATI, terdapat sumber air. Jaraknya sekitar 1 jam bolak-balik. Sumber air ini sering disebut SUMBER MANI.

Pendaki disarankan mengambil air di SUMBER MANI, hanya pada waktu siang saja atau sebelum malam. Karena jika malam, satwa liar sering mengambi air untuk minum di tempat ini pula. Katanya sih di atas SUMBER MANI ada goa tempat bersembunyinya Macam Hitam. Tutur seseorang penduduk sekitar kepada saya. Tapi macam tersebut tidak mengganggu manusia, biasanya macam akan menghindar jika mencium bau manusia.

Menjelang sore, pendaki mulai banyak berdatangan ke KALIMATI. Sebenarnya pihak TNBTS hanya membatasi pendaki untuk sampai di KALIMATI saja. Jika ingin ke Puncak MAHAMERU, maka resiko harus ditanggung sendiri. Menjelang malam, dingin pun mulai merasuk badan. Minuman hangat dan makan malam pun siap saya sajikan sendiri. 

Alhamdulillah, dinginnya KALIMATI tidak sebegitu dingin RANU KUMBOLO tadi malam. Sehingga meski hanya berbekal sarung dan sleeping bag, saya pun bisa tidur nyenyak.

Senin, 2 Juli 2014

Pukul 12 malam, saya segera packing dan membawa perlengkapan seadanya, seperti air, makanan siap makan, kamera, mantel, dan pisau. Ini untuk persiapan pendakian menuju puncak.
Banyak pula cahaya headlamp yang berderet yang berarti sudah ada pendaki yang naik duluan. Perjalanan dari KALIMATI menuju PUNCAK MAHAMERU sekitar 5-6 jam. Kali ini perjalanan menuju puncak, melewati jalur baru, jika dulunya melewati ARCOPODO, maka jalur baru langsung menuju atasnya ARCOPODO.


Jalur baru ini lebih enak dibanding dengan jalur lama. Jika jalur lama identik dengan jalur longsoran tanah, maka jalur baru ini jauh lebih layak. Waktu jalannya pun terbilang lebih cepat dibanding dengan jalur lama.
Sekitar pukul 1 pagi, batas vegetasi terakhir pun mulai tertembus. Perjalanan selanjutnya melewati track pasir yang berbatu. Untuk menciptakan panas dari dalam tubuh, saya pun menjaga diri untuk terus bergerak.

Debu begitu tebal sepanjang track pasir, batuan pun mudah sekali longsor kebawah. Karena udara dingin yang cukup ekstrim maka, masker, tudung kepala dan jaket tebal sangat dibutuhkan.

Alhamdulillah, cuaca sangat cerah. Sehingga sepanjang perjalanan, saya mampu menikmati pemandangan alam Gunung Semeru. Bintang-bintangpun ibarat senter yang memberi cahaya jalan disepanjang perjalanan mendaki.


Track MAHAMERU yang terkenal dengan “maju selangkah, mundur setengah langkah” dikarenakan struktur pasir yang tidak permanen, sehingga ketika di injak maka pasir pun longsor ke bawah.
Untuk manajemen perjalanan menuju Puncak, sebaiknya pendaki harus saling menjaga jarak dengan pendaki yang berada di atas atau di bawahya. Tak jarang batu besar yang terinjak mudah longsor ke bawah.
Dengan ditemani iringan musik Iwan Fals, 
Saya tiba di PUNCAK MAHAMERU pukul 5 pagi. Udara di puncak pun sangat dingin, SUNRISE pun terlihat sangat orange dan jelas. Saya pun mengabadikan moment tersebut dengan kamera. Puncak MAHAMERU mempunyai daerah lapang yang sangat luas. Tapi kondisi disini hanya bebatuan saja. Sehingga jika angin berhembus akan sangat terasa.

Kawasan Gunung BROMO pun terlihat jelas dari PUNCAK MAHAMERU. Di sisi selatan puncak terdapat kawah yang sering menghembuskan “awan gunung atau asap yang agak terlihat putih kecoklatan dan pekat. 

Seiring naiknya matahari ke permukaan, pendaki pun mulai memadati PUNCAK MAHAMERU. Moment berfoto dengan awan gunung pun selalu saya tunggu. 

Siklus keluarnya asap ini antara 15-30 menit, sering terdengar gemuruh yang keras beberapa saat sebelum asap keluar. Kadang asap terlihat besar dan agak coklat, kadang pula hanya keluar asap putih yang tipis. Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan si awan gunung ini. Karena baterai kamera juga sudah habis, dan saya cukup puas dengan foto dengan wedus gembel. Saya pun hendak turun ke KALIMATI.

Pukul ½ 7 pagi, saya menuruni PUNCAK MAHAMERU menuju KALIMATI.
Diperjalanan turun saya bertemu dengan beberapa pendaki yang sedang naik. Saya pun menyarankan mereka agar mendaki lebih cepat, karena batas pendaki berada di PUNCAK adalah jam 9 -10 pagi. Atau jika mengambil amannya, maksimal jam 9 pagi.
Jika lebih dari jam 10 pagi, ditakutkan akan ada gas beracun di sekitar puncak yang membahayakan nyawa pendaki. 

Perjalanan turun dari PUNCAK menuju KALIMATI saya tempuh dengan waktu 1 ½ jam atau sekitar pukul 9 saya tiba di KALIMATI .

Karena perut yang sudah kosong dan capek, saya segera sarapan pagi dan istirahat dahulu. Pukul 12 siang, setelah badan dirasa fit kembali.

Saya segera packing dan kembali ke RANU KUMBOLO. Dalam perjalanan turun pun, saya berpapasan dengan para pendaki yang hendak naik ke KALIMATI. Setibanya di RANU KUMBOLO, saya langsung mendirikan doom. Karena fisik yang kelelahan dan rasa kantuk yang sangat.  Saya pun bergegas tidur.

Menjelang sore, RANU KUMBOLO pun banyak didatangai para pendaki yang baru saja naik ataupun baru saja turun dari KALIMATI.
Malam itu suasana cerah, ribuan bintang pun terlihat jelas.



Rabu, 3 Juni 2014

Pagi di RANU KUMBOLO saat itu, terlihat berkabut. Sekitar sampai jam 9 pagi Matahari jg belum menampakkan sinarnya.
Setelah saya sarapan pagi dan packing, pukul 9.30 saya turun dari RANU KUMBOLO menuju RANU PANE.

Kali ini pendaki yang berpapasan dengan saya lebih banyak. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah JAKARTA, BOGOR, SURABAYA, dll.

Sering saya meluangkan waktu untuk istirahat sejenak dan mengobrol dengan teman pendaki.
Alhamdulillah saya tiba di RANU PANE dengan selamat sekitar pukul 12.30 siang.

Itulah sedikit cerita perjalanan pendakian saya secara solo di Gunung Semeru 3676 mdpl.

Biaya pejalanan dari JOGJA- Gunung  SEMERU (Pulang Pergi)
Tiket Kereta Api Jogja-Malang           : 110.000
Angkot Malang – Tumpang               : 25.000
Sarapan pagi di Tumpang                  : 6000
Angkot Tumpang-Rest Area              : 7000
Rest Area – Ranu Pane                    : 35.000
Registrasi Pendaftaran                      : 50.000
Perjalanan turun
Ranu Pane – Tumpang                      : 35.000
Makan                                             : 21.000
Tumpang – Stasiun Malang                : 50.000
Tiket Kereta Api Malang – Jogja         : 140.000

Total Biaya                                          : 479.000


Sekedar membagi pengalaman dan share aja, 
Semoga bermanfaat.

15 komentar:

  1. senang rasanya saya mendapat cerita pengalaman mas daki Gunung Semeru. Saya pun senasib dgn mas hrs solo climbing. mohon info nya, apakah di ranu pane ada tmpt penyewaan tenda dan pelengkapan tidur dan masak ? maaf...soalnya saya menuju TN Baluran dan kawah Ijen dulu sblm daki gn.semeru. Sebelumnya, trmks atas bantuannya.
    Wass. Mariadi

    BalasHapus
  2. klo penyewaan tenda di area SEMERU kurang tau gan,

    BalasHapus
  3. bisa bang naik sendiri? daftar online atau datang langsung ke basecamp? kemarin aku coba buat daftar online gak bisa soalnya min harus 2 orang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Kereen semangat membajanya gan, mungkin nek aku akan mengurungkan niat kalo harus solo hiking

    BalasHapus
  6. Semangatnya luar biasa. Tak acungin jempol kak :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen tapi nggak ada temen...

      Hapus
    2. Pengen tapi nggak ada temen...

      Hapus
  7. thx a lot untuk sharingnya....


    boleh tanya2 gak mas? saya dan teman saya rencana mau naek ke semeru... hal-hal apa saja yang harus kami persiapkan... mohon bantuannya. thank you
    BalasHapus

    BalasHapus
  8. Yg mau join ke semeru berangkt sekitar tanggl 28 november sampai tnggl 30 november silahkan lur. 082135994020 .brangkt dari jogja. Butuh temen lur butuh sedulur

    BalasHapus
  9. Yg mau join ke semeru berangkt sekitar tanggl 28 november sampai tnggl 30 november silahkan lur. 082135994020 .brangkt dari jogja. Butuh temen lur butuh sedulur

    BalasHapus
  10. Gan, apakah dulu agan melakukan booking online? atau hanya datang on the spot? soalnya kalau booking online harus mencantumkan anggota 2 orang. jadi tidak bisa solo climbing. mohon pencerahannya gan

    BalasHapus
  11. dulu blum ada booking online gan..
    jadi ane langsung datang di lokasi..
    nah, waktu registrasi ane numpang ke rombongan pendaki lain..
    alhasil bisa lolos, dan tetap bisa mendaki sendiri..

    BalasHapus