(Pertama) Jika dahulu guru lebih aktif untuk berbicara, sedangkan siswa cederung untuk mendengarkan, menulis, menyimak, memperhatikan. Di era 21 ini, guru lebih banyak mendengarkan siswa, terjadi interaksi yang seimbang antara guru dan siswa, adanya komunikasi dua arah saat berdebat, berdialog, sehingga peran guru disini selayaknya fasilitator bagi pembelajaran para siswa. Siswa yang dahulunya cenderung pasif, duduk manis di kelas, sekarang aktif menyelidiki dan menjadikan guru seolah-olah partner/rekan belajar yang ramah.
(kedua) Jika dahulu siswa hanya berpedoman pada guru atau buku saja, sekarang siswa bisa menggunakan fasilitas jejaring internet, sehingga siswa dapat mendapatkan informasi yang lebih luas. Dengan luasnya dan canggihnya perkembangan teknologi, misal saja Youtube, dimana banyak sekali video-video tutorial atau animasi maka hal ini dapat menjadikan siswa mampu melihat/membayangkan suatu materi pelajaran yang sulit sekali dibayangkan oleh siswa jika diterangkan secara lisan saja.
(Ketiga) Terjadinya pembelajaran yang kooperatif. Jika dahulu siswa hanya menerima apa saja yang disampaikan oleh guru, maka kini harus ada dialog antar guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama.
"Kita harus tahu bahwa ilmu tidak bisa masuk ke otak sekaligus. Oleh karena itu kita mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh guru, dosen, instruktur atau lainnya agar ilmu tidak hilang begitu saja."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar