Panjat tebing merupakan salah satu olahraga yang terbilang
ekstrim.
Ya, bisa dibilang berbahaya apabila tidak disertai pengamanan yang
sudah tersertifikasi. Banyak orang yang berpendapat kalo olahraga panjat tebing
ini salah satu olahraga yang paling menantang, toh tidak semua orang berani
mencobanya. Adapun yang berani mencoba, biasanya dia cenderung kapok, “udah ah,
cukup sekali aja”. Ya begitulah celoteh temen2 baru yang baru kali pertama
mencoba yang sering saya denger. Ada juga yang kali pertama melihat sebuah wall
climbing atau boulder, sering bergumam “ah, aku bias itu”, atau kalo sudah
mencoba “itu susah dipegang ya batu-batunya”, dan seterusnya... Hhheee..
Ya begitulah sekelumit cerita tentang panjat tebing. Olahraga
yang full bermain dengan otot tangan, terutama otot jari tangan.
Disini saya coba menjelaskan semampu saya tentang olahraga
panjat tebing. Dalam panjat tebing bisa dibagi 3 jenis, yakni jalur panjat
tebing untuk olahraga/rekreasi, panjat tebing untuk petualangan, dan panjat
tebing untuk prestasi.
1. Panjat tebing untuk
olahraga/rekreasi
Nah ini biasanya dilakukan sekedar untuk
refresing saja, alias hanya untuk “fun” atau sekedar cari keringat. Point (batu
pijakan / pegangan tangan) yang dipasang pun tidak begitu sulit untuk dipegang,
alias mudah sekali. Pokoknya dibikin semudah mungkin, asal si pemanjat bisa
sampai atas. Di sini mereka (si pemanjat) tidak perlu menyelesaikan jalur
sulit, cukup untuk nenghabiskan waktu saja, dan bisa lebih tinggi daripada
temen sebelahnya, itu sudah membuatnya senang. Umumnya mereka tidak
mengalokasikan waktu khusus untuk melakukan ini, hanya sebatas ada waktu luang
saja atau hanya untuk mencoba2 saja karena penasaran atau memang butuh olaharaga yang bener2 baru. Yap
semua boleh2 saja dilakukan, asal dilengkapi dengan peralatan yang mumpuni,
aman, dan ada orang lain yang sudah berpengalaman untuk mengawasi.
Saya pun cenderung ke arah sini. Mencari
keringat, meningkatkan jumlah hormon endorphin (pemberi efek rileks), dan
refresing. Rasanya jika kita bisa berolahraga tanpa tekanan harus sampai atas
atau menyelesaikan jalur, memang sangat menyenangkan.
2. Panjat tebing untuk
petualangan
Melakukan panjat tebing di “big wall”
tebing2 besar, diatas desiran angin pantai, atau ditebing2 alam umumnya sering
dilakukan oleh temen2 MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) ataupun SISPALA (Siswa
Pecinta Alam). Umumnya mereka ingin mencari sensasi memanjat di tebing alam,
jadi seolah-olah kayak di film2 adventure gitu. Ada juga mereka ingin belajar
artificial climbing, yakni teknik memanjat tebing dengan menggunakan alat dalam
menambah ketinggian.
Untuk melakukan pemanjatan di tebing alam,
maka perlu diperhatikan pula jenis tebing, apakah batunya mudah hancur / rapuh
atau memang telah direkomendasikan untuk dipanjat. Soalnya kalo ditebing alam karena
faktor cuaca hujan dan panas, tebingnya rawan rapuh. Jadi bagi temen2 yang suka
melakukan aktivitas panjat tebing di alam, tetap safety first yap.
3. Panjat tebing untuk prestasi
Nah untuk jalur panjat tebing ini, biasanya
akan memunculkan atlet2 baru. Di sini benar2 terprogram dan mereka memanjat
untuk mendapatkan sebuah prestasi, ntah mengikuti kejuaraan tingkat daerah,
nasional, maupun internasional.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar