Pendakian kali ini di Gunung Sumbing yang mempunyai ketinggian 3371 mdpl. Jalur yang ditempuh melalui Dsn Garung, Ds Butuh, Kec. Kalijajar, Kab. Wonosobo. Di sini terdapat 2 jalur lagi yaitu jalur lama dan jalur baru. Pada umumnya pendakian di Gunung Sumbing berkisar antara 6 sampai 8 jam.
Mei, tanggal 16 tahun 2014, atau tepatnya hari Jum’at
Saya berangkat dari Kota Yogyakarta, sekitar pukul ½ 2
siang. Dengan berkendara motor secara pelan dan santai. Saya tiba di BaseCamp
Sumbing, yang berada di Dusun Garung sekitar pukul ½ 5 sore. Cuaca pada saat itu
cerah tapi berawan. Dengan harapan tidak turun hujan, pendakian ingin rasanya
segera dimulai, mengingat malam akan segera datang.
Situasi dan kondisi BaseCamp pada saat itu, cukup ramai,
meski banyak pendaki yang turun pada sore itu, tapi ada juga beberapa rombongan
yang baru datang ke BaseCamp.
Setelah ngobrol-ngobrol dengan para pendaki yang baru
datang, kebanyakan dari mereka ingin melakukan pendakian setelah Isya’. Berhubung
saya sendirian maka saya fleksibel saja. Karena banyak pendaki yang
mendaki waktu malam, saya pun berkeputusan mendaki setelah sholat Isya pula (cari barengan nih).
Setelah sholat maghrib di Masjid dekat BaseCamp, saya
memasak mie instant sebagai pengganjal perut, karena cuaca yang dingin membuat
saya merasa cepat lapar. hee
Setelah sholat Isya, saya bergegas packing dan sekitar pukul ½ 8 malam, saya berangkat sendiri dari Masjid (dekat BaseCamp). Sekitar lima belas menit berlalu saya bertemu dengan pendaki yang baru turun, dan kata mereka, cuaca kemarin malam Alhamdulillah cerah.
Berharap agar cuaca malam
ini juga cerah, tiba-tiba saya dihadapkan dengan plakat yang menunjukkan
arah pendakian jalur lama dengan jalur baru. Sempat bingung mau mendaki lewat jalur
mana, tapi akhirnya saya putuskan untuk mendaki lewat jalur lama.
1 jam-an saya berjalan sendiri di keheningan malam, rasanya
cukup menakutkan sekali bahkan ketika saya berdiam sesaat, semua keadaan terasa
sunyi, tidak ada teman mengobrol, dan pendaki yang lain pun ntah sudah duluan
atau masih dibelakang, saya tidak tahu.
Beberapa menit menjelang perbatasan jalan bebatuan menuju
pintu masuk hutan, saya beristirahat sebentar. Dan dari arah hutan ada senter
dari beberapa pendaki yang hendak turun.
Sempat bertanya-tanya dengan pendaki tersebut, ternyata
sekitar 15 menit lagi saya bakal tiba di POS I, dan di situ ada beberapa orang
yang nge-camp.
Akhirnya, saya pun bergegas naik dan berharap bertemu dengan
pendaki yang sedang camping di POS I. Di sini ada sekitar 7 orang yang bermalam
di POS I, katanya, mereka mau melanjutkan perjalanan esok pagi.
Di POS I itu pula, saya menjumpai pendaki yang kebetulan
sedang melaksanakan sholat Isya’. Sambil beistirahat dan ngobrol-ngobrol,
ternyata mereka rombongan dari Kerincing, Magelang dengan total 6 pendaki. Setelah
saya bergabung dan ngopi bareng (silaturahmi ni) sama teman pendaki asal
Kerincing, sekitar pukul ½ 10 kami (saya dan teman pendaki kerincing) melakukan
pendakian bersama.
Dari POS 1 menuju POS 2 ditempuh sekitar kurang dari 1 jam.
Dan di POS 2 pun ada 1 tenda yang cukup
besar, mungkin kapasitas 6 orang. Kondisinya pun sunyi senyap, mungkin mereka
sedang beistirahat malam. Dari POS 2 kami lanjut ke engkol-engkolan, dan
perjalanan pun mulai naik hampir vertical, dan inilah bagian yang cukup sulit
sepanjang jalur lama di Gunung Sumbing.
Karena fisik saya yang sudah capek, saya tidak sempat
memasak air ataupun makanan, saya bergegas tidur.
Jam 5 pagi, setelah sholat subuh, cuaca di Gn. Sumbing
terlihat mendung. Akhirnya saya mengestimasi waktu untuk berangkat ke puncak
sekitar jam 7 pagi, dengan target waktu jam 9 sampai puncak.
Jam 6 pagi, saya memasak air panas dan membuat mie instan.
Setelah sarapan pagi dan mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa ke
puncak. Tepat jam 7 pagi, saya berangkat
ke Puncak sendirian. Dengan gerimis kecil yang menemani perjalanan menuju puncak,
saya menjumpai beberapa pendaki yang kebetulan juga akan melakukan pendakian
menuju puncak.
Yah, sambil menambah saudara pendaki, saya pun ajak bareng
sekalian. Sempat kami berhenti, untuk berfoto-foto ria. Dan inilah
keberuntungan saya, karena ada yang bisa saya mintai tolong untuk mengambil
foto saya. hee
Sekitar 2 jam perjalanan, atau tepatnya jam 9 saya tiba di
puncak Buntu (sesuai target waktu nih) disusul teman pendaki yang kebetulan
tadi hendak muncak juga.
Di Puncak Buntu sudah ada sekitar 10 orang yang sedang
berfoto-foto. Tak ingin melewatkan moment tesebut, saya ajak saja mereka untuk
foto bareng..heeee
Keadaan di Puncak Buntu waktu itu cerah berawan,
Panorama Gunung Sindoro pun kadang terlihat jelas, tapi juga
kadang tertutup awan. Dari puncak Gunung Sumbing terlihat kawah yang sangat
luas, ntah berapa luasnya jika dikira-kira mungkin bisa sampai beberapa 2-3 kecamatan. Gas yang kadang keluar dari kawah, menandakan gunung Sumbing ini tergolong
gunung aktif yang sedang tertidur.
Tak ingin berlama-lama juga di puncak (karena saya mengejar
target turun) dan setelah puas dengan foto-foto. Sekitar jam 10 pagi saya
memutuskan untuk turun menuju camp, di susul teman pendaki yang lain.
Pukul 11 siang, saya tiba di camp area. Di situ pun saya
melihat dua orang turis yang kebetulan sedang mendaki juga, tak ingin
menyia-nyiakan kesempatan ini, dengan PeDe-nya saya berkenalan dan mengajak
ngobrol mereka.
Ternyata mereka asal Amerika dan baru pertama kali mendaki
di Gn. Sumbing. Sempat saya mengajak foto bareng, sebagai kenang-kenangan buat
dirumah. Heeee…
Tenda pun mulai saya bongkar, dan segera packin. Sekitar jam 11.45 siang, saya bergegas turun menuju base
camp. Baru 15 menit perjalanan turun, saya dihadapkan dengan banyak pendaki
dari berbagai rombongan yang sedang naik. Sempat juga bertegur sapa dengan
mereka dan ngobrol-ngobrol sebentar.
Dengan berjalan agak cepat, sempat juga terpeleset karena
keadaan tanah yang licin. Alhamdulillah sekitar 1 ½ jam perjalanan turun, saya
keluar dari perbatasan hutan menuju jalan berbatu.
Saya beristirahat sejenak, sambil menikmati suasana kaki Gn
Sumbing. Tidak ingin berlama-lama santai, saya langsung tancap gas berjalan
menuju Base Camp.
Pukul ½ 2 siang,
Alhamdulliah saya tiba di base camp dengan selamat.
Beristirahat sebentar dan bersih-bersih, sekitar pukul 2 siang saya pulang ke
Jogja,
Alhamdulliah saya sampai di rumah sengan selamat pukul 5.15
sore.
WAKTU PERJALANAN NAIK
Base Camp – POS 1 : 1 ½ jam
POS 1 – POS 2 : 1 jam
POS 2 – POS 3 :
1 ½ jam
POS 3 – Puncak Buntu :
2 jam
TOTAL WAKTU :
6 jam
WAKTU PERJALANAN TURUN
Puncak Buntu – Camp Area :
1 Jam
Camp Area – POS 1 :
1. 15 jam
POS 1- Base Camp :
30 menit
TOTAL WAKTU TURUN :
2.45 jam
Biaya yang saya keluarkan :
Bensin motor PP (sebelumnya udah lumayan penuh ni) : 20.000
Parkir +uang daftar ke POS pendakian : 13.000
Biaya makan di jalan waktu
pulang : 6.000
Logistik versi hemat (ngambil di warung ibu gw)
Total biaya yang dikeluarkan :
39.000
Sekedar berbagi cerita. Semoga bermanfaat

benar2 pendakian gunung yang sangat kren ga,,..
BalasHapusmantap gan pendakian gunung ya...
BalasHapusmakasih infonya gan...
pasti sangat menakjubkan pemandangan dari bukit sumbing ni ..
BalasHapusmaksih informasinya gan..
Kemarin kesana jumpa sama babi hutan gak mas?
BalasHapushttps://www.tokopedia.com/krisnaoutdoor
BalasHapussalam rimba, oiya kalo belom pernah naik gunung, Kamu Harus Mempersiapkan 4 Hal ini Sebelum Menaklukkan Gunung untuk Pertama Kali
BalasHapus