Cerita Pendakian Gunung Sindoro 3148 mdpl

 

Sabtu, tanggal 18 -19 Januari 2014
Kami mengadakan pendakian ke Gunung Sindoro, yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah. Sabtu pagi, saya beserta kawan-kawan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) dengan total ada 16 pendaki, tengah berkumpul di UIN. Sekitar pukul 10 pagi, kami pun berdoa dahulu menjelang keberangkatan menuju Base Camp Gunung Sindoro.

Jalan yang panjang dan ditemani gerimis hujan membuat suasana menjadi bertambah dingin saja. Sekitar 3 jam kami sampai di BaseCamp, tak langsung menuju tempat parkir motor tapi kami sempatkan untuk istirahat sebentar sambil menikmati suasana kaki Gunung Sindoro.

Lanjut, kami pindah ke Shelter dan memarkirkan motor. Kami pun sempatkan sholat dhzuhur dahulu yang kebetulan di sebelah selatan BaseCamp ada masjid yang terbilang megah dan bersih.

Gerimis kecil, yang disusul hujan pun datang. Akhirnya kami memutuskan untuk istirahat sebentar di dalam shelter sambil menunggu hujan reda. Sekitar pukul setengah lima lebih, kami pun memutuskan untuk segera bergegas melakukan pendakian. Tak lupa kami menjalankan sholat ashar dan kami pun breafing sebentar sebagai manajemen perjalanan pendakian.

Alhamdulillah, hujan yang tadinya sempat deras akhirnya reda juga. Kami pun “go” menuju pos 3 yang tadinya sempat kami putuskan untuk ng-Camp disana. Jalan menuju batas hujan dengan perkampungan penduduk hampir 1 jam. Cuaca pun mulai gelap sehingga senter pun kami mulai gunakan.

Sekitar pukul 8 malam, kami tiba di Pos 2. Kami pun istirahat sejenak. Dan adapula salah satu teman kami yang membuat kopi panas. Dan mie sebagai ganjal perutnya yang sedang keroncongan. hee..
Setengah jam kemudian.Kami melanjutkan perjalanan kembali 15 menit berjalan, gerimispun datang menyambut.

Dengan jumlah pendaki yang terbilang cukup banyak. Kami pun tidak terlalu memforsir fisik, karena ada yang capek ,ada pula yang masih kuat berjalan. Untuk memecah keheningan, seorang teman pun selalu menyalakan speaker boxnya.

Sekitar jam 11.30 malam kami tiba di Pos. Di sana pun sudah ada beberapa tenda dari para pendaki yang telah melakukan pendakian sebelumnya. Sehingga kami harus cermat dalam memilih tempat untuk mendirikan tenda, hingga terpaksa jarak antar tenda kami cukup berjauhan.
Setelah semua tenda didirikan. Kami pun memasak makanan untuk makan malam, selanjutnya beranjak tidur.

Minggu, 19 Januari 2014
Pukul 8.30, kami dengan jumlah 14 pendaki berencana berangkat menuju puncak.Sedangkan 2 orang tinggal di tempat camping untuk menjaga tenda.

Dalam perjalanan menuju Puncak terpecah menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 yang kebetulan berisi orang-orang yang mendaki dengan cepat dan kelompok 2 yang mendaki dengan santai.

Alhamdulillah, sekitar pukul 11.30 siang saya dan teman2 yang berada rombongan kelompok 1 tiba di pucak dengan selamat. Tak usah buang-buang waktu. Kami pun bergegas berfoto-foto. Keadaan di Puncak kala itu begitu dingin, angin berhembus sangat kencang, berkabut tebal sampai pakaian terasa basah. Hanya  berkisar 15 menit kami di Puncak, kami putuskan untuk turun segera.

Dalam perjalanan turun, kami bertemu dengan kelompok 2 yang sedang menuju arah Puncak. Kami pun beristirahat sejenak dan mengobrol sambil menikmati suasanan alam Gunung Sindoro. Kami pun berpisah kembali. Di jalan menuju turun saya menjumpai seorang pendaki yang ternyata dia mendaki secara “solo marathon”, yaitu mendaki seorang diri dengan beberapa target gunung secara berkelanjutan. Sedikit, bertanya-tanya dan berkenalan. Dia bernama Suseno asal Purworejo. Sebelum di Sindoro, ternyata dia telah mendaki Gunung Sumbing,Yang kebetulan hanya berseberangan dengan Gunung Sindoro. Selanjutnya saya berpamitan dengan dia dan melanjutkan untuk turun ke Pos 3.

Sekitar pukul 2.30 kami dari kelompok 1 Alhamdulillah tiba di Pos 3  dengan selamat. Sambil menunggu kelompok 2 kami pun memasak untuk makan dan beristirahat,

Sekitar pukul 3 sore, hujan pun mulai datang mengguyur kami. Dan beberapa teman yang dari arah puncak telah kembali ke tempat camping. Setelah semua anggota lengkap, sekitar pukul 4 sore sebagian dari kami memutuskan untuk turun dahulu. Sebagian yang lain masih di belakang untuk mengurusi perlengkapan tenda.

Kelompok pertama turun sekitar pukul 4.30 sore. Sedang kelompok kedua yang membawa tenda (termasuk saya di dalamnya) terdiri dari 5 orang turun sekitar pukul 5.30 sore. Sempat dalam perjalanan turun, teman pendaki kami yang kebetulan seorang cewek mengalami sakit pada kaki kanannya, karena takut kondisinya yang bisa semakin memburuk, akhirnya saya membawakan tas daypack miliknya.

Setelah melewati pos 2. Kami berpapasan dengan tukang ojek. Sempat tak percaya ada tukang ojek di kaki Gunung Sindor. Tapi ya itu memang benar adanya. Teman yang sakitpun memutuskan untuk ojek saja agar kakinya tidak bertambah parah.

Selanjutnya karena saya paling belakang sendiri berjalan cepat, mengejar teman yang sempat jauh meninggalkan saya dibelakang. Setelah menyusul mereka, Total ada 4 pendaki terakhir yang berjalan beriringan menuju BaseCamp Sindoro

Alhamdulillah sekitar pukul 8.30 malam. Kami tiba di BaseCamp dengan selamat. Setelah beristirahat dan bersih-bersih. Kami melanjutkan pulang ke Jogja, sekitar pukul 10 malam.

Alhamdulillah pukul 12 malam,
Kami tiba di Kampus UIN Suka Yogyakarta dengan selamat,

Sekian cerita perjalanan pendakian ke Gunung Sindoro diawal tahun 2014. Terimakasih.

1 komentar:

  1. Tempat camp yang enak di pos BRP k? Saya pendaki newbie, mau mencoba ikut pendakian gunung Sindoro via Kledung . Buat cewe seperti saya ini kuat ga yah?

    BalasHapus